Destinasi Wisata Menarik DI PLBN Mota,ain

PLBN Motaain,

PLBN Motaain, Pos Lintas Batas Negara di Nusa Tenggara Timur merupakan pos perbatasan yang paling ramai dilalui pelintas batas. Dulu tak layak jadi pintu gerbang negara Indonesia, kini disulap menjadi megah dan jadi objek wisata menarik.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan negara Timor Leste kini sudah menjadi objek wisata yang populer di wilayah tersebut.Saat ini PLBN Motaain telah menjadi obyek yang menarik untuk warga di sini, warga Kota Atambua, dari luar Kabupaten Belu, NTT. Wisatawan yang berkunjung ke pos lintas batas ini tak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari Timor Leste. Kawasan PLBN Motaain biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur atau akhir pekan, seperti Sabtu dan Minggu. Mereka biasanya datang dengan keluarga, termasuk anak-anak.

Atap Rumah Matabesi
Gedung Pos lintas batas di Motaain kini sudah terlihat berdiri dengan sangat megah. Bentuk bangunannya tampak megah dan jelas kontras sekali dengan bangunan milik warga dan pemerintah setempat yang berada di sekitar area PLBN.Di kawasan gedung yang dibangun dengan dana Rp 82 miliar ini terlihat para wisatawan yang berkumpul di beberapa titik, seperti di gerbang utama Indonesia – Timor Leste, taman bunga, serta monumen Pancasila yang berada ditengah kompleks tersebut. Bahkan, warga dari Negara Timor Leste banyak yang datang hanya untuk sekadar berfoto bersama di sini, dan setiap harinya selalu ada saja orang yang berkunjung ke sini.Sebelum diresmikan oleh Jokowi di tahun 2016 lalu, awalnya PLBN Motaain hanya seperti rumah biasa dengan tiang bendera di halaman depannya. Namun, kini pos tersebut disulap menjadi rumah nan megah dengan arsitektur yang mengadopsi bentukan atap rumah Matabesi, yakni rumah tradisional masyarakat Belu.Ditambah lagi, pada atap bangunan pemeriksaan kendaraan pribadi terdapat corak tenun setempat. Bangunan PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari bangunan utama PLBN, gedung pemeriksaan kendaraan dan power house.Untuk zona sub inti dan pendukung terdiri dari wisma Indonesia dan mess karyawan serta sarana pendukung lainnya. Arsitektur bangunan diadaptasi dari budaya yang ada pada masyarakat Belu, Timor Barat, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Rencananya, pembangunan akan kembali dilanjutkan hingga Maret 2019 dengan berbagai fasilitas seperti pasar, wisma, dan x-ray.

Uniknya Pantai Mbawana

7 Destinasi Wisata di Pulau Sumba yang Wajib Kamu Kunjungi, Uniknya Pantai Mbawana 

Pulau Sumba mulai mendunia. Terutama sejak Hotel Nihiwatu dinobatkan sebagai hotel wisata terbaik, terletak tepi Pantai Nihiwatu Sumba Barat.Namun, Sumba tidak hanya punya Nihiwatu. Banyak sekali destinasi wisata yang menarik, mulai dari destinasi alam hingga destinasi budaya (adat-istiadat).Alam Sumba yang terdiri dari padang sabana saja sudah cukup menyajikan pemandangan yang indah.

Berikut disajikan 7 dari sekian banyak destinasi wisata di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

1.  Puru Kambera

Puru Kambera
(http://www.mongabay.co.id/)

Puru Kambera merupakan nama sebuah pantai  yang terletak di Sumba Timur. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari pusat Kota Waingapu. Di sana terdapat sebuah padang savana dengan vegetasi khas Sumba lengkap dihiasi dengan sekumpulan kuda di alam liarnya. Waktu tempuh menuju tempat ini sekitar 1 jam perjalanan.

Puru Kambera
(http://www.mongabay.co.id/)

Panorama alam berupa savana berwarna kuning keemasan dibalut dengan birunya langit menjadikan suasana di sekitar lokasi serasa berada di alam Afrika.Tak hanya itu saja, latar belakang hamparan biru laut dari kejauhan pun nampak kontras dengan warna kuning padang savana ketika musim kemarau dan hijau pada musim penghujan ini. [Anggey/IndonesiaKaya].

2.  Danau Weekuri

Danau Weekuri
(https://krisnasaputragabriella.wordpress.com)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul 7 Destinasi Wisata di Pulau Sumba yang Wajib Kamu Kunjungi, Uniknya Pantai Mbawana , http://kupang.tribunnews.com/2018/09/15/7-destinasi-wisata-di-pulau-sumba-yang-wajib-kamu-kunjungi-uniknya-pantai-mbawana.

Wisata Desa Wae Rebo

Wae Rebo

Wae Rebo.jpg

Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Terletak di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Pemandangan alam berpadu dengan Mbaru Niang adalah suguhan luar biasa untuk pengunjung yang pernah datang ke Wae Rebo. Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera.

Mbaru Niang dengan 6 rumah lain pada pagi yang dingin di Wae Rebo.Menurut keyakinan orang Wae Rebo, nenek moyang mereka bernama Empu Maro berasal dari Minangkabau. Dalam sebuah kompetisi memperebutkan gadis cantik di Minangkabau, Empu Maro harus berhadapan dengan kakak kandungnya. Para tetua adat meminta mereka untuk melangsungkan pertandingan dengan cara adu kerbau.Dengan kepintarannya, Empu Maro tidak menurunkan kerbau besar yang kuat dalam adu kerbau itu, dia justru menurunkan anak kerbau yang tidak diberi minum susu seminggu jelang diadu. Empu Maro menambahkan tanduk pada anak kerbau yang haus akan susu itu.

Saat pertandingan, anak kerbau yang haus susu tersebut mengejar kerbau besar lawannya karena haus susu, tanpa disadari oleh musuhnya, sewaktu kerbau kecil ini mencari puting untuk dia menyusu, ketika itu tanduk buatan yang dipasang Empu Maro menusuk tepat di bagian dada kerbau jantan itu. Seketika kerbau jantan mati dan Empu Maro dinyatakan sebagai pemenang.Jelang persiapan pernikahan Empu Maro dengan gadis tersebut, terdengar isu bahwa kakak kandung Empu Maro tidak terima dengan kekalahannya, dia bermaksud membunuh Empu Maro. Saudara perempuan Empu Maro yang mendengar rencana itu akhirnya meminta Empu Maro untuk segera pergi meninggalkan desa.

Akhirnya Empu Maro pergi meninggalkan desa di Minangkabau tempat kelahirannya dengan menggunakan perahu. Perahu berlabuh hingga ke Makassar. Tidak lama di Makassar, Empu Maro meneruskan perjalanan hingga tiba di Labuan Bajo, Flores. Perjalanan diteruskan sampai ke sebuah tempat yang bernama Waraloka. Empu Maro pindah dari satu desa ke desa lainnya, dimulai dari Waraloka kemudian ke Mangapa’ang, kemudian pindah lagi ke Todo, Popo, Liho, Mofo, Golo Ponto, Ndara, Golo Pando, Golo Damu.Di desa-desa yang didatangi Empu Maro diatas, beberapa kali dia mendapatkan suasana pertikaian antar warga yang membuat dirinya tidak bisa bertahan lama. Akhirnya, Empu Maro melakukan pendakian dan menemukan tempat yang hingga kini kita kenal dengan nama Wae Rebo dan membangun desa ini dengan penuh ketentraman yang masih terjaga hingga kini.

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Destinasi Terbaik Di Flores NTT

Banyak sekali surga wisata di Indonesia yang masih sangat tersembunyi. Salah satunya Pulau Flores di Provinsi NTT ini. Meski beberapa destinasi begitu populer di seluruh dunia, masih banyak titik-titik lokasi yang menawan dan belum terjamah oleh wisatawan.

Danau Sano Nggoang

Kalau Sumatera Utara punya Danau Toba, Flores punya Danau Sano Nggoang.  Berada di daerah Manggarai Barat, danau ini menyajikan pemandangan yang sejuk dipandang mata. Danau ini merupakan bentukan danau vulkanik dengan luas luas sekitar 5.500 hektar dan kedalaman 600 meter. Danau Sano Nggoang digadang-gadang sebagai salah satu danau terdalam di dunia.

Labuan Bajo

Labuan Bajo adalah ibukota dari Kabupaten Manggarai Barat di mana penduduk sekitar mayoritas mencari nafkah di atas air. Di Bajo ini, ada banyak sekali pantai-pantai cantik.  Ada Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Pulau Bidadari, dan Gua Batu Cermin misalnya. Nggak lengkap rasanya kalau belum berhenti di Bajo dan menikmati sunset di tepi Pelabuhan Labuan Bajo.

Pulau Kanawa

10 kilometer dari Labuan Bajo,  wajib banget berkunjung ke Pulau Kanawa. Pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih dan air laut yang jernih sekali. Cocok banget buat wisatawan yang suka snorkeling dan diving. Jika beruntung kita bisa berenang bersama baby shark dan baby manta rays meski tidak jauh dari bibir pantai. Selain itu, kita juga bisa trekking di perbukitan Pulau Kanawa. Kapan lagi coba bisa menyaksikan keindahan sekeliling lautan dari atas bukit.

Danau Kelimutu

Tahu banget dong danau yang pernah menjadi sampul uang 5.000 rupiah ini? Bener banget. Danau Kelimutu memang tiada duanya. Danau Kelimutu ini memiliki tiga warna air yang berbeda-beda disetiap cekungannya. Ada warna merah, biru, dan hitam. Namun, warna tersebut sangat mungkin untuk berubah warna tergantung dengan musim dan cuaca setiap tahunnya. Unik sekali, ya!

Gua Liang Bua

Selain perbukitan dan barisan pantai, Flores juga terkenal akan wisata guanya. Contohnya Gua Liang Bua di Kabupaten Manggarai ini. Gua ini berada di kawasan pegunungan karst dimana tahun 2001 lalu telah ditemukan tengkorak manusia hobbit (Homo Floresiensis).  Sebenarnya pencarian fosil tersebut telah dimulai puluhan tahun lalu, sejak masyarakat setempat menemukan sisa-sia peninggalan manusia purba di tahun 1930 lalu.

Air Terjun Cunca Rami

Untuk sampai ke air terjun Cunca Rami, kita akan melewati area perkebunan dan hamparan sawah milik penduduk setempat. Selain itu, kita pun akan dibawa menyusuri hutan yang masih cukup lebat. Perjalanan panjang tersebut akan ditutup dengan keindahan air terjun Cunca Rami. Airnya yang begitu jernih pasti membuat para pengunjungnya ingin berendam di dalamnya.

Pantai Koka

Ada daya tarik tersendiri melihat air laut dengan gradasi biru bercampur hijau dan hamparan pasir putih di Pantai ini. Sebenarnya Pantai Koka sendiri terhitung sebagai destinasi wisata baru di Flores. Terletak di Maumere, kita nggak cuma akan dimanjakan oleh pantainya yang masih sangat asri tapi juga ekosistem hutannya yang masih sangat terjaga.

Pulau Padar

Surga Flores lain yang harus diketahui adalah Pulau Padar. Pulau Padar sendiri adalah pulau terbesar ketiga di kawasan Taman Nasional Komodo. Meskipun demikian, pulau ini nggak berpenghuni. Tapi nggak perlu khawatir karena di Pulau Padar nggak dihuni oleh komodo. Jadi aman banget kalau ada wisatawan yang mau berkunjung. Cocok banget buat menikmati sunrise.

Pantai Pink

Pantai pink ini memiliki butiran pasir yang berwarna merah muda. Hal itu disebabkan oleh butiran terumbu karang berwarna merah, bercampur dengan air laut. Hasilnya, terumbu tersebut bercampur dengan pasir. Pasir di sini akan terlihat lebih pink lagi saat matahari bersinar dengan cerahnya.

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Pesona Wisata Atambua

Alun-alun simpang lima, Atambua (Foto: RRI) .Berbeda dengan kebanyakan kota lain di Indonesia, Atambua memiliki pesona yang jarang terekspos. Berstatus sebagai daerah perbatasan, kota “beriman” ini menyimpan beraneka tepat wisata yang sangat indah, asri, dan tentunya instagramable.Atambua merupakan ibu kota dari Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki luas 32,8 km2 dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Timor sesudah Kupang. Dari segi geografis, kota ini dikelilingi oleh perbukitan yang sangat mempesona. Tidak hanya itu, Atambua juga memiliki pantai yang sangat indah, serta berbagai objek wisata yang juga memukau. Berikut beberapa destinasi wisata di Atambua yang wajib banget dikunjungi.

Sabana Fulan Fehan

Siapa yang tidak terpukau akan panorama Padang sabana yang luas dengan kumpulan kawanan binatang ternak yang bertebaran di dalamnya? Dengan perjalanan sekitar 1 jam dari kota Atambua, kita dapat menyaksikan potret keindahan alam layaknya perbukitan di Switzerland ini. Fulan Fehan terletak di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT. Berada di kaki Gunung Lakaan, Lembah Fulan Fehan merupakan Surga bagi para satwa. Belum lagi berbagai tumbuhan yang menambah indah pemandangan, termasuk kaktus juga dapat tumbuh dengan subur di sana.Bagi mereka yang menyukai hiking, puncak Gunung Lakaan dari Fulan Fehan dan serangkaian pegunungan lainnya dapat menjadi destinasi wisata. Ada juga Bukit Batu Maudemu di Desa Maudemu yang sangat bagus didatangi karena di puncaknya terdapat beberapa peninggalan bersejarah bangsa Melus.

Kolam Susuk

Sejak dahulu keindahan Kolam Susuk sudah sangat terkenal, sampai-sampai keberadaannya menginspirasi grup musik di era 70-an Koes Plus dalam menciptakan lirik lagu legendarisnya, “kolam susu”. Berada di Desa Dualaus atau sekitar 17 kilometer arah utara dari kota Atambua, Kolam Susuk menjadi magnet para turis karena ke khas-annya, yaitu tanahnya yang berwarna putih. Alhasil, jika terkena pancaran cahaya sinar matahari, maka airnya menjadi warna putih layaknya air susu.Karena kecantikannya itu pula, kolam susuk juga beberapa kali dijadikan lokasi shooting film tanah air, sebut saja ‘Tanah Air Beta’ pada tahun 2009 yang disutradarai oleh Ari Sihasale serta film pada film Atambua 39°C tahun 2012 yang disutradarai oleh Mira Lesmana. Dan tidak hanya itu saja, pada tahun 2013 lalu, Kolam yang juga kaya akan ikan, udang, kepiting ini juga menjadi salah satu objek wisata pada acara internasional Sail Komodo.

Aneka Pesona Pantai

Atambua juga memiliki deretan pantai yang sangat menggoda untuk didatangi. Beberapa antaranya adalah Pasir Putih Atapupu, Pantai Sukaerlaran, dan Teluk Gurita.Bagi warga setempat dan turis yang datang ke Atambua, pantai pasir putih Atapupu pasti sudah pasti menjadi tujuan wisata yang wajib didatangi. Pantai yang dibatasi hutan bakau di sisi kiri dan kanannya ini dilengkapi dengan fasilitas untuk mandi dan rekreasi sehingga sangat cocok untuk wisata keluarga.Dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam menggunakan mobil dari Atambua, pesona pasir yang berwarna putih nan halus ditambah dengan angin semilir dan ombak yang tenang akan dengan mudah ditemukan.Tidak jauh dari pantai pasir putih, juga terdapat pantai yang panjangnya hingga ke perbatasan Indonesia-Timor Leste, Pantai Sukaerlaran. Tak jarang pengunjung datang dan berjalan-jalan hingga ke wilayah perbatasan, yang disebut jalur perbatasan darat Motaain.Sementara itu, pantai berikutnya adalah Teluk Gurita, sebuah pantai yang sangat Instagramable, karena perpaduan biru langit dan air lautnya yang jernih serta pemandangan sekitar yang membuat tempat ini sangat menawan. Pada zaman penjajahan dahulu, teluk yang juga sering digunakan pengunjung untuk memancing ini berfungsi sebagai pelabuhan. Para pedagang dari Asia hingga Eropa singgah untuk berdagang, terutama untuk jual beli cendana dan lilin.

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Pesona Savana Fulan Felan

Fulan Fehan

Padang Rumput Fulan Fehan, dengan pemandangan Gunung Lakaan.Fulan Fehan Merupakan sebuah lembah di kaki Gunung Lakaan dengan sabana yang sangat luas. Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar 26 Km dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu. Potensi yang dimiliki Lembah Fulan Fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luasnya tak terjangkau oleh mata. Selain itu tak jauh dari lembah ini ada beberapa objek bersejarah lainnya yang menjadi satu kesatuan paket yang mendukung pesona dan daya tarik objek wisata ini, seperti Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh di puncak Bukit Makes, di sudut lainnya berdiri Gunung Lakaan yang menjulang tinggi, Bukit Batu Maudemu di Desa Maudemu, yang di puncaknya terdapat beberpa peninggalan bersejarah berupa desa dan kuburan-kuburan bangsa Melus. Di ujung Timur lembah ini ada situs bersejarah Kikit Gewen yang Berupa kuburan tua yang sangat sakral, juga dua air terjun berair jernih dan segar yakni Air Terjun Sihata Mauhale di antara Desa Aitoun dan Desa serta Air Terjun Lesu Til di Weluli, Ibu Kota Kecamatan Lamaknen.    

Cara mencapai

Untuk mencapai tempat ini ada dua alternatif yaitu melalui Desa Dirun dan Desa Maudemu. Dari dua desa ini pengunjung bisa menuju Fulan Fehan dengan berjalan kaki atau hiking yang jalurnya sementara disiapkan. Pengembangan objek wisata ini masih dalam tahap perencanaan tetapi diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa dimulai proses pembangunannya. Pengembangan objek wisata ini ditujukan dapat menarik minat masyarakat umum dan kelompok pencinta alam khususnya. Dari tempat ini kita dapat mendaki Gunung Lakaan yang berada di bagian barat dan rangkaian pegunungan yang termasuk wilayah Timor Leste di bagian timur dan selatan. Dengan keindahan alamnya yang unik, tempat ini mempunyai potensi yang besar untuk diproyeksikan sebagai salah satu objek wisata alam unggulan. Sekarang Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu mulai gencar mempromosikannya ke dunia luar.

https://id.wikipedia.org/wiki/Fulan_Fehan

https://id.wikipedia.org/wiki/Fulan_Fehan

Air Terjun Menawan Dikupang-soe

Pulau Timor, terlebih khusus Kupang dan Soe di Nusa Tenggara Timur tidak hanya diberkati dengan pantainya yang cantik, sabananya yang elok, panasnya yang ekstra, dan penduduknya yang manis. Di pulau yang terkenal dengan daging Se’i-nya ini, tersimpan juga kekayaan lainnya yang orang belum banyak tahu berupa air terjun.Berikut ini beberapa air terjun menawan yang ada di Kupang dan Soe yang bisa kalian kunjungi saat menginjakkan kaki di sana:

Air Terjun Oenesu

Jika Kupang kalian jadikan sebagai titik awal keberangkatan, maka Air Terjun Oenesu merupakan lokasi paling dekat yang bisa kalian kunjungi. Dengan berkendara sepeda motor atau mobil selama kurang lebih 35 menit sejauh 16 KM ke daerah Oenesu, Kupang Barat, maka kalian akan tiba di salah satu air terjun kebanggaan kabupaten Kupang ini.

Sayangnya, jalan menuju ke sini tidaklah mudah. Saat mulai mendekati pintu masuk, jalan mulai rusak. Tangga untuk turun dari parkiran menuju lokasi air terjun pun sedikit tidak terurus, beberapa besi pegangannya berkarat dan terlihat copot. Lopo-lopo pun ada yang terbengkalai. Semoga hal ini mendapat perhatian dari pemerintah atau dinas setempat.

Mari sekarang berfokus pada air terjunnya. Setelah tiba di lokasi, usai menuruni anak tangga, akan tampak 4 tingkatan Air Terjun Oenesu. Keindahannya begitu nampak ketika warna biru tosca dari air yang mengalir pada setiap tingkatan berpadu dengan hijaunya pepohonan. Sebagai arena bermain, umumnya pengunjung yang datang akan memilih tingkatan pertama, kedua dan ketiga.

Pada tingkatan ketiga, terdapat sebuah kolam berbentuk bundar yang diameternya cukup besar. Aliran air dari tingkatan paling atas (tingkat 4) yang jaraknya cukup tinggi akan langsung menghujam dengan deras ke dalam kolam. Sedangkan di tingkatan pertama dan kedua, kolam airnya berbentuk panjang dengan jarak ketinggian yang tidak begitu jauh antar tingkatannya.

Air Terjun ini kerap dijadikan tempat untuk menghabiskan akhir pekan oleh masyarakat Kupang. Dengan membawa serta sanak keluarga, tempat ini menjadi sumber sukacita di penghujung minggu. Air Terjun Oenesu ini lokasinya tidak terlalu jauh dari Goa Kristal yang berada di Bolok, masih sama-sama berada di wilayah Kupang Barat. Usai bermain dengan derasnya air di Oenesu, kalian bisa beranjak untuk menikmati ketenangan dan jernihnya air di Goa Kristal.

Air Terjun Tesbatan

Dari Wilayah Kupang Barat, kini kalian akan berkendara sejauh 60 KM ke arah timur dari Kota Kupang menuju wilayah Amarasi. Setelah berkendara selama kurang lebih 2 jam, melewati jalan aspal yang berliku-liku dan menembus Pasar Oesao, maka tibalah kalian di sebuah desa yang bernama Tesbatan. Di sana terdapat sebuah air terjun yang memesona dengan nama yang sama dengan nama desa tersebut, Air Terjun Tesbatan.

Untuk sampai ke sana, sesudah tiba di Desa Tesbatan, kalian hanya perlu berbelok ke arah kanan dari Tugu Tesbatan. Ikuti saja jalan sampai bertemu dengan papan petunjuk bertuliskan “Selamat datang di kawasan air terjun” yang ditempelkan pada dinding gerbang. Parkirkan kendaraan yang kalian bawa di dekat gerbang tersebut dan berjalanlah kurang lebih 15 menit menembus lebatnya hutan.

Seperti halnya di Oenesu, Air Terjun Tesbatan ini memiliki 4 tingkatan juga. Bedanya, kalau di Oenesu kalian berjalan menuruni tangga menuju tingkatan terbawah baru perlahan naik ke atas, di Tesbatan ini kalian berjalan menuju tingkatan yang paling atas barulah perlahan ke bawah untuk menikmatinya.

Derasnya air dan warnanya yang biru menjadi daya tarik utama dari Air Terjun Tesbatan ini. Sulit rasanya menahan diri untuk tidak mencicipi segarnya air di sini. Umumnya pengunjung akan bermain air di tingkatan paling atas (tingkat 4). Di tingkat 4 ini kedalaman kolam penampungnya bisa mencapai 1,5 meter dan warna biru airnya paling pekat.Nah, kecantikan Air Terjun Tesbatan akan semakin terlihat kala kalian mau berjalan turun ke tingkatannya yang kedua. Tempat ini biasanya relatif sepi karena euforia pengunjung akan terpusat di arena bermain yang ada di tingkat 4. Memang diperlukan usaha lebih untuk bisa turun ke tingkat kedua ini, tapi usaha itu akan terbayar lunas kala melihat keindahan di tingkat kedua ini dari dekat.Selain digunakan untuk tempat bermain, ternyata air terjun Tesbatan ini juga digunakan untuk kesejahteraan warga lainnya seperti mengairi sawah. Sawah-sawah nan hijau itu bisa kalian lihat di sepanjang perjalanan dari Tugu Tesbatan menuju gerbang masuk tadi. Bahkan, di sini terdapat pipa air yang dipasang guna mendistribusikan air ke rumah-rumah warga yang ada di Tesbatan. Bisa dikatakan air terjun ini merupakan air kehidupan yang memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup warga Tesbatan.

Air Terjun Taplel

Selanjutnya air terjun yang tidak kalah cantik ialah Air Terjun Taplel di Desa Oesusu, Kecamatan Takari. Jaraknya sekitar 1 jam 30 menit dari kota Kupang. Air terjun ini berada di dalam kawasan Hutan Sisimeni yang merupakan area Balai Pelatihan Kehutanan. Tidak sulit untuk menemukan gerbang masuknya karena terletak langsung di pinggir jalan raya utama Kupang – Soe. Tulisan “Selamat datang di Lokasi Air Terjun Taplel Oesusu” berwarna kuning pada papan hijau besar akan menjadi penanda untuk kalian yang ingin berkunjung ke tempat ini.

Dari gerbang masuk tadi, kalian masih harus menyusuri jalan tanah yang pinggirnya berbatu. Batu-batu tersebut memang sengaja disusun guna mempertegas jalan menuju ke air terjun sebab dedaunan yang gugur dari pepohonan sekitar terkadang menutupi jalan. Setelah berjalan selama 30 menit, dengan rute sesekali menanjak dan menurun, kalian akan tiba di Air Terjun Taplel.

Tidak seperti di Oenesu dan di Tesbatan yang bertingkat-tingkat, Air Terjun Taplel ini hanya memiliki satu tingkatan saja sebagai kolam penampung airnya. Dari dinding tebing yang tinggi, air mengucur deras ke permukaan kolam dan kemudian mengalir ke sungai yang pastinya akan berujung ke laut. Pohon-pohon besar yang begitu mendominasi sekelilingnya yang membuat suasana di sini begitu teduh. Sinar matahari yang menembus pepohonan lalu tiba di permukaan air kolam membuat pemandangan Air Terjun Taplel menjadi lebih mengagumkan.

Sudah jauh-jauh ke sini, tentu sangat sayang kalau tidak bermain air. Nah, buat kalian yang ingin nyebur ke kolam yang berwarna biru tosca ini, harap hati-hati ya karena kedalaman kolam ini bisa mencapai 2 meter. Tentunya kabar ini menjadi kabar sukacita untuk kalian yang suka kegiatan beradrenalin tinggi. Kalian bisa memanjat dinding tebing dimana air terjun ini mengalir, lalu melompat ke dalam kolam ini dengan aman. byurrrr… Air di kolam pun akan berhamburan keluar ketika badan menghujam permukaan air.

Air Love

Untuk bisa berkunjung ke Air Love, dari kota Soe, kalian hanya perlu mengarahkan kendaraan menuju SMA Negeri 1 Molo Selatan. Di persimpangan, arahkan kendaraan ke arah kanan dan ikuti terus jalur yang berbatu hingga menemui jalan yang menurun, letaknya sebelum jembatan. Untuk yang baru pertama kali mau ke Air Love, kalian harus bertanya pada warga sekitar karena tidak ada petunjuk apapun mengenai Air Love ini. tempatnya masih sangat alami.Hanya terdapat sebuah pagar kayu sebagai batas penanda. Lewati pagar tersebut dan ikutilah jalur yang sudah ada. Setibanya di area Air Love, jalan perlahan menuruni bebatuan yang dialiri oleh air terjun hingga ke bagian bawah. Hati-hati karena jalan menuruni bebatuan sangat licin. Di bagian bawah tersebutlah letak Air Love. Kalau dilihat dari atas, memang Air Love ini tidak akan nampak. Saran saya, mintalah bantuan pada warga untuk diantar ke lokasi Air Love ini untuk mempermudah perjalanan kalian.

Air Tagepe

Tidak jauh dari Air Love, masih di wilayah yang sama, Desa Noinbila, tersembunyi sebuah objek wisata air terjun lainnya bernama Air Tagepe. Jalan masuk menuju Air Tagepe ini ada di sebelah kiri jalan, beberapa meter saja sebelum pagar masuk Air Love. Dalam Bahasa Indonesia, Tagepe artinya adalah terjepit. Ya, Air Tagepe adalah air yang terjepit. Terjepit oleh apa? Terjepit oleh 2 tebing batu yang besar. Diantara kedua tebing batu inilah air biru yang jernih dan menyegarkan mengalir indah.

Perjalanan menuju Air Tagepe bisa dibilang cukup seru sebab kalian akan melewati perbukitan yang hijau. Pemandangan khas pedesaan akan terlihat di bukit ini seperti lebatnya hutan di daerah bawah perbukitan, gerombolan sapi yang dibiarkan lepas begitu saja oleh pemiliknya untuk mencari makan dan lopo-lopo bagi petani yang sedang berkebun. Berjalanlah terus mengikuti jalan putih yang telah dibuat hingga berjumpa dengan sungai yang airnya super jernih.

Kalau sudah berjumpa dengan sungai, tengoklah ke sebelah kiri dan kalian akan melihat 2 tebing besar. Dari dalam sanalah air sungai itu berasal. Bila kalian berjalan menyusuri aliran Air Tagepe melewati tebing, maka kalian akan berjumpa dengan air terjun yang menjadi sumber dari aliran Air Tagepe. Air terjun ini memang bukan objek utama dari Air Tagepe, tapi kalian perlu tahu kalau aliran air di sini berasal dari air terjun.

Titik sentral pengunjung biasanya ada di aliran sepanjang tebing. Di titik tersebutlah mereka biasanya akan bermain air. Kedalaman airnya pun bervariasi, ada yang hanya 20 cm, ada yang 30 cm, ada juga yang mencapai 80 cm. Perbedaan ketinggian tersebut dikarenakan kondisi bebatuan dan pasir yang tidak rata pada dasarnya. Airnya sendiri tidak terlalu dingin dan alirannya cukup tenang, jadi bisa dibilang cukup aman juga untuk anak-anak. Datanglah ke Air Tagepe saat pagi hari dan kalian bisa melihat betapa biru dan memesonanya aliran air di sini.

Air Terjun Oeklofo

Jika bicara jarak, Air Terjun Oeklofo yang berada di Oinlasi, Mollo Selatan, Kabupaten TTS, jelas lebih dekat dari kota Soe bila dibandingkan dengan Air Love dan Air Tagepe. Namun rute yang agak sulit untuk menjangkau air terjun ini membuat perjalanannya menjadi lebih lama. Langkah pertama untuk menuju Air Terjun Oeklofo dari kota Soe adalah dengan memacu kendaraan mengikuti aplikasi penunjuk arah yang telah diisi dengan kata kunci “Air Terjun Oeklofo”. Setibanya di titik akhir, parkirlah kendaraanmu di depan sebuah rumah yang ada di samping tambak ikan. Mulai dari titik ini kalian harus berjalan kaki.

Berjalanlah terus menyusuri tambak ikan, melewati sawah warga, hingga menemui jalur tanah menurun yang akan mengarahkan kalian hingga ke sungai. Rutenya memang agak panjang tapi disanalah letak keseruannya. Setibanya di sungai, berjalanlah menyusuri sungai dengan melawan arus. Ikuti saja aliran tersebut maka kamu akan tiba di titik akhir. Tidak perlu takut ketika berjalan di sungai ini karena airnya sangat jernih dan tidak dalam (kurang lebih hanya 30 cm). Sungai ini kerap digunakan anak-anak kampung sekitar untuk mandi atau bermain air.

Total Air Terjun Oeklofo ini ada 3, 2 lokasinya berdampingan dan yang satu lagi terpisah. Air terjun paling indah ada di ujung aliran sungai ini dengan warna air yang kebiruan pada kolamnya. Namun sayangnya, di tempat ini baru saja terjadi longsor ketika saya berkunjung Juni 2018 kemarin. Hal itu menyebabkan debit air menjadi lebih kecil dan air menjadi agak keruh dikarenakan longsoran tanah menutupi aliran air. Meskipun begitu, kalian tetap bisa berenang di dalam kolamnya kok. Tepat di sebelahnya, terdapat air terjun lainnya dengan jarak pancuran air yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Air terjun yang ketiga, letaknya agak sulit untuk dijangkau. Kalau mau kesana, perlu ada bantuan warga lokal sebab jalurnya sulit terlihat. Kalian harus membuat jalur sendiri dengan menebas beberapa ilalang yang menghalangi. Jika tidak dengan bantuan warga lokal, kemungkinan tersesat dan tidak berjumpa dengan air terjun ketiga ini sangatlah besar. Kalau ditotal, rute jalan kaki untuk pergi dan pulang dari Air Terjun Oeklofo ini bisa memakan waktu hingga 1 jam. Jadi, siapkan tenagamu ya 🙂

Air Terjun Oehala

Air terjun yang terakhir ini merupakan yang paling cantik menurut  Daily Voyagers. Secara letak, Air Terjun Oehala berada di utara Soe, bertetangga dengan Air Tagepe dan Air Love. Kondisi infrastruktur jalan menuju Air Terjun Oehala juga paling bagus dari semuanya. Wajar saja, Air Terjun Oehala ini memang sudah menjadi destinasi wisata yang cukup terkenal di Soe sejak dulu. Panduan dari aplikasi penunjuk arah pun akan mengarahkanmu tepat ke lokasi parkirnya.

Dalam Bahasa Indonesia, Oe artinya air dan Hala adalah perdamaian. Jadi kalau disatukan artinya air perdamaian, sebuah nama yang sangat bagus. Ketika memasuki kawasan Air Terjun Oehala, suara deburan air yg jatuh begitu mendamaikan telinga, pemandangannya mendamaikan mata, sentuhan airnya mendamaikan tubuh, dan aroma khas hutan mendamaikan penciuman ini. Ketika keempat indera tersebut merasa damai, indera perasa lainnya, yaitu hati, turut merasa damai.

Air Terjun Oehala memiliki 7 pelataran. Saya sendiri tidak bisa menghitungnya karena cukup banyak tingkatannya. Namun menurut warga lokal, 7 adalah total tingkatan atau pelataran di sini. Warna biru dari bebatuan tempat air mengalir sungguh memuaskan mata saya. Berlama-lama di sini dengan hanya memandanginya seharian, tanpa menceburkan diri ke kolamnya pun saya sanggup karena memang tempat ini sangatlah indah.

Bagaimana, cantik-cantik bukan? Kalau sedang plesiran ke Pulau Timor, khususnya daerah Kupang dan atau Soe, sempatkanlah diri kalian untuk mampir ke salah satu atau salah dua dari daftar air terjun di atas dan rasakan serunya bermain air di “kolam biru”.

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

pulau komodo

Pulau Komodo

Pulau KomodoMenjadi salah satu obyek wisata terpopuler di dunia, tentu Pulau Komodo adalah spot yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Bagi para wisatawan yang ingin menambah pengalaman dengan menyaksikan secara langsung hewan komodo itu seperti aoa, silakan datang langsung ke Nusa Tenggara Timur sehingga komodo bisa dilihat dari jarak dekat. Tenang saja, ada tim ranger yang akan mendampingi selama proses penelusuran pulau sehingga para pengunjung dijamin keamanan dan keselamatannya dari serangan komodo yang hidup bebas di pulau tersebut.

Selain bisa melihat komodo, ada kegiatan air menyenangkan yang layak dicoba. Diving dan snorkeling di Pink Beach akan makin seru untuk liburan Anda. Namun, sekadar berjalan-jalan menjelajahi pantai pasir berwarna merah muda sambil memandangi bukit-bukit hijau dan birunya laut juga asyik. Kerennya, tempat ini memiliki kurang lebih 1.000 spesies ikan, 70 spesies sponge, dan 250 spesies terumbu karang.

Bila ke Taman Nasional Komodo belum terasa lengkap kalau tidak berkunjung ke pulau-pulau di sekelilingnya, seperti misalnya Pulau Moyo dengan air terjun yang menjadi daya tariknya. Ombak yang tenang dan pantai yang bersih adalah keunggulan dari pantai di Pulau Moyo. Di pulau ini hanya sepeda motor yang menjadi alat transportasi satu-satunya, itupun jalan yang dilewati belum terlalu mulus.

  • Pengunjung per kepala dikenakan biaya masuk sebesar Rp 90 ribu.
  • Biaya tersebut sudah termasuk membayar aktivitas trekking. Dengan tiket terusan tersebut ada dua pulau yang bisa disambangi, yakni Pulau Rinca dan Pulau Komodo.
  • Anda perlu mengeluarkan kocek lebih untuk memberi uang tip untuk tim ranger dan membeli souvenir.
  • Pengunjung wajib mempunyai fisik yang kuat karena aktivitas trekking bersama pemandu yang cukup menguras tenaga

https://wisatanttvideo.wordpress.com/wp-admin/post-new.php